Departemen Luar Negeri AS Menyetujui Penjualan F-16 senilai $23 Miliar ke Turki, Beritahu Kongres

3 Min Read

“Usulan penjualan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan kemampuan udara dan interoperabilitas Sekutu Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan ekonomi di Eropa,” kata Departemen Pertahanan AS. Badan Kerja Sama Keamanan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Anadolu Agency melaporkan.

“Usulan penjualan peralatan dan dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut,” katanya.

Persetujuan tersebut muncul setelah Turki menyerahkan dokumen terkait protokol keanggotaan NATO di Swedia setelah diratifikasi pada Selasa oleh parlemen Turki dan ditandatangani oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis.

Turki mengajukan permintaan ke AS pada bulan Oktober 2021 untuk membeli 40 pesawat F-16 Block 70 baru, serta 79 kit modernisasi untuk meningkatkan sisa F-16 ke level Block 70.

Permintaan tersebut meliputi 32 pesawat F-16 C Block 70, 8 pesawat F-16 D Block 70, 48 mesin F110-GE-129D, serta 119 untuk program modernisasi — 79 terpasang, 40 suku cadang.

Departemen Luar Negeri secara informal memberi tahu Kongres pada bulan Januari lalu tentang penjualan jet tempur F-16, namun anggota parlemen utama di Capitol Hill telah berjanji untuk membatalkan kesepakatan tersebut karena beberapa tuntutan, termasuk membuat pembelian tersebut bergantung pada persetujuan Ankara atas tawaran Swedia untuk menjadi anggota NATO.

Kongres berhak menolak keputusan Departemen Luar Negeri dalam waktu 15 hari kerja atas persetujuan penjualan yang diberikan kepada anggota NATO, termasuk Turki, yang menjadi anggota aliansi tersebut selama lebih dari 70 tahun.

Ketua Hubungan Luar Negeri Senat Ben Cardin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa ia akan mengizinkan penjualan tersebut setelah Ankara meratifikasi tawaran Swedia untuk menjadi anggota NATO.

Senator Jim Risch, anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri, mengatakan pada akhir Oktober bahwa ia akan membatalkan keberatannya terhadap penjualan tersebut setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi lampu hijau pada upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Michael McCaul dan Anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR Gregory Meeks mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka menyetujui penjualan tersebut ke Turki.

Departemen Luar Negeri juga memberi tahu Kongres pada hari Jumat tentang kemungkinan penjualan 40 pesawat F-35 dan peralatan terkait senilai $8,6 miliar ke Yunani.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article