Hampir dua pertiga pasien emboli paru risiko rendah dirawat di rumah sakit setelah kunjungan UGD: Studi

3 Min Read
Departemen darurat

Kredit: Domain Publik Pixabay/CC0

Analisis terhadap lebih dari 1,6 juta kunjungan unit gawat darurat (UGD) untuk emboli paru akut (PE) menemukan bahwa hampir dua pertiga dari kunjungan UGD masih mengakibatkan rawat inap bagi pasien berisiko rendah. Tren ini tetap stabil antara tahun 2012 dan 2020, meskipun penelitian menunjukkan keamanan manajemen rawat jalan. Analisisnya dipublikasikan di Sejarah Penyakit Dalam.

PE adalah penyebab utama kematian kardiovaskular, dan penatalaksanaan klinisnya pada pasien dengan gejala yang lebih parah seringkali memerlukan rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan antikoagulasi intravena atau terapi lanjutan lainnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin jelas bahwa manajemen rawat jalan untuk beberapa pasien berisiko rendah dengan PE akut adalah pendekatan yang aman dan layak.

Para peneliti dari Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center mempelajari data dari National Hospital Ambulatory Medical Care Survey (NHAMCS) terhadap 1.635.300 kunjungan pasien untuk mengevaluasi apakah proporsi keluar dari UGD untuk PE akut berubah antara tahun 2012 dan 2020 dan karakteristik dasar mana yang berubah. berhubungan dengan keluarnya DE. Para penulis menemukan bahwa tingkat pelepasan tetap konstan dari waktu ke waktu.

Para penulis tidak dapat mengidentifikasi karakteristik dasar apa pun yang terkait dengan peningkatan kemungkinan keluar dari rumah sakit, termasuk skor stratifikasi risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi pasien berisiko rendah. Namun, pasien di rumah sakit pendidikan dan pasien dengan asuransi swasta lebih mungkin menerima antikoagulasi oral saat pulang. Menurut penulis, temuan ini menunjukkan bahwa manajemen rawat jalan pada PE akut masih kurang dimanfaatkan meskipun ada bukti klinis dan rekomendasi pedoman. Mereka menyarankan penyelidikan lebih lanjut mengenai akar penyebab keputusan triase UGD dan intervensi khusus untuk meningkatkan penggunaan manajemen rawat jalan yang tepat, seperti klinik khusus pasca-pulangan.

Informasi lebih lanjut:
Tren Tingkat Pemulangan untuk Embolisme Paru Akut di Departemen Darurat AS, Sejarah Penyakit Dalam (2024). DOI: 10.7326/M23-2442

Disediakan oleh American College of Physicians


Kutipan: Hampir dua pertiga pasien emboli paru risiko rendah dirawat di rumah sakit setelah kunjungan UGD: Studi (2024, 29 Januari) diambil pada 30 Januari 2024 dari https://medicalxpress.com/news/2024-01-thirds-pulmonary-embolism- pasien-dirawat di rumah sakit.html

Dokumen ini memiliki hak cipta. Terlepas dari transaksi wajar untuk tujuan studi atau penelitian pribadi, tidak ada bagian yang boleh direproduksi tanpa izin tertulis. Konten disediakan untuk tujuan informasi saja.

Diterjemahkan dari situs medicalxpress.com

Share This Article