Hizbullah, Kelompok Perlawanan Palestina Kecam Serangan AS dan Inggris terhadap Yaman

2 Min Read

Hizbullah, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mengutuk “agresi terang-terangan Amerika-Inggris terhadap saudara Yaman,” dan menekankan dampaknya terhadap keamanan, kedaulatan, dan rakyat Yaman yang mencintai kebebasan.

Pernyataan dari Hizbullah mengatakan, “Agresi Amerika menegaskan sekali lagi bahwa AS adalah mitra penuh dalam tragedi dan pembantaian yang dilakukan musuh Zionis di Gaza dan wilayah tersebut.”

Kelompok tersebut memberi hormat kepada bangsa Yaman, Angkatan Bersenjata Yaman, dan gerakan perlawanan Ansarullah.

Hizbullah menegaskan tindakan agresi ini tidak akan melemahkan kekuatan Yaman melainkan memperkuat tekad bangsa untuk menghadapinya, mempertahankan diri, dan terus mendukung rakyat Palestina.

Pada hari Jumat, pasukan AS dan Inggris melancarkan serangan udara, kapal, dan kapal selam di Yaman. Presiden AS Joe Biden membenarkan serangan tersebut, dan menyebutkan keterlibatan Amerika Serikat, Inggris, Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda.

Serangan tersebut dilakukan setelah pasukan Yaman menargetkan kapal-kapal milik Israel dan tujuan Israel di Laut Merah, sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, di mana lebih dari 23.500 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan gencar Israel sejak 7 Oktober.

Kelompok Jihad Islam Palestina juga memberi hormat kepada warga Yaman atas sikap terhormat mereka dan mengutuk serangan AS dan Inggris di Yaman. Kelompok perlawanan menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil tindakan.

Kelompok perlawanan anti-teror Kata’ib Sayyid al-Shuhada Irak juga mengecam serangan tersebut, menyatakan solidaritas penuh dengan Poros Perlawanan melawan tirani dan menjanjikan dukungan tanpa syarat bagi warga Palestina di Gaza.

Kelompok ini mengkritik arogansi AS dan aliansinya melawan Yaman, serta menekankan perlunya mengakhiri kehadiran entitas Zionis dan pasukan pendudukan Amerika di wilayah tersebut.

Masyarakat Yaman terus secara terbuka mendukung perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel, dengan laporan yang menunjukkan bahwa perusahaan pelayaran Israel mengubah rute kapal karena kekhawatiran akan serangan pasukan Yaman. Pasukan Yaman telah melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas agresi rezim di Gaza.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article