Israel Mencabut Hak Istimewa Visa Staf PBB

2 Min Read

Perubahan ini akan mengubah evaluasi visa menjadi penilaian kasus per kasus, kata juru bicara kementerian luar negeri rezim tersebut, Eylon Levy, pada hari Selasa.

Levy mengkritik para pejabat PBB atas apa yang disebutnya sebagai “mengalihkan kesalahan ke Israel” dan menuduh mereka “menutupi Hamas” selama serangan Israel baru-baru ini di Gaza.

Langkah ini dilakukan setelah PBB berulang kali memperingatkan akan adanya krisis kemanusiaan yang “bencana” di wilayah kantong Palestina, di mana pasukan Israel melancarkan kampanye pemboman yang menghancurkan terhadap Gaza sejak 7 Oktober.

Sebelumnya pada hari yang sama, Seif Magango, juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, melaporkan peningkatan serangan udara Israel di Gaza tengah yang menargetkan kamp-kamp pengungsi dan daerah pemukiman, yang mengakibatkan banyak korban dalam beberapa hari terakhir. Magango memperingatkan tentang kepadatan yang parah di tempat penampungan, rumah sakit, dan tempat pengungsian lainnya, serta menekankan kekurangan pasokan penting seperti makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Sepanjang konflik 81 hari tersebut, para pejabat Israel secara konsisten mengkritik PBB, menuduh adanya fokus yang bias terhadap tindakan militer Israel. Sementara itu, pejabat kesehatan setempat di Gaza melaporkan jumlah korban jiwa yang sangat besar yaitu hampir 21.000 orang selama perang Israel baru-baru ini, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article