Para Seniman Berkumpul di Art Basel Miami Beach untuk Perdamaian Palestina

2 Min Read

Mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan “Biarkan Palestina Hidup” ketika sekitar 100 orang berunjuk rasa, mengibarkan bendera Palestina dan memegang tanda-tanda yang menganjurkan gencatan senjata permanen di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Mengekspresikan kecaman atas pemboman Israel di Gaza, para seniman menyuarakan keprihatinan mereka, terutama mengkritik investasi Miami-Dade County sebesar $76 juta dalam obligasi Israel. Serangan Israel baru-baru ini di Gaza, yang mengakibatkan kematian lebih dari 17.500 warga Palestina, mendapat kecaman keras dari lembaga bantuan internasional, menurut Miami Herald.

Monica Uszerowicz, seorang penulis seni dan penyelenggara protes, menekankan perlunya dunia seni untuk mengatasi masalah sosial-politik global. Uszerowicz menekankan pentingnya seniman lokal menyuarakan nilai-nilai mereka dan mengadvokasi kehidupan manusia di komunitasnya.

Suara Yahudi untuk Perdamaian Florida Selatan dan Koalisi Florida Selatan untuk Palestina, bersama dengan beberapa kelompok lokal lainnya, bergabung dalam demonstrasi untuk menuntut keadilan bagi warga Palestina. Secara bersamaan, 120 pilot melakukan protes di luar pusat konvensi terhadap NetJets, dengan alasan masalah gaji dan kondisi kerja.

Meski demonstrasi pro-Palestina berlangsung damai, beberapa momen menegangkan terjadi antara polisi Miami Beach dan demonstran. Dua pengunjuk rasa ditangkap, memicu kontroversi mengenai cara polisi menangani situasi tersebut, terutama karena para pengunjuk rasa dilaporkan kooperatif.

Di tengah acara seni tersebut, protes tersebut berfungsi sebagai pengingat akan kenyataan yang ada dan urgensi untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Seniman dan demonstran menekankan perlunya gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Nyanyian dan seruan mereka untuk perdamaian bergema di jalan-jalan, menuntut diakhirinya kekerasan dan mengadvokasi hak-hak Palestina. Di tengah suara-suara tersebut, Mar Sublaban, seorang seniman Palestina-Amerika, berbagi keprihatinannya terhadap keluarga di Yerusalem al-Quds dan Tepi Barat, mengungkapkan kekuatan seniman untuk mengemukakan kebenaran emosional dalam konflik tersebut.

Demonstrasi tersebut, yang diadakan selama Pekan Seni Miami, bertujuan untuk menjelaskan dampak konflik terhadap kemanusiaan, dengan para seniman menggunakan platform mereka untuk berbicara menentang kekerasan Israel dan mengekspresikan solidaritas terhadap masyarakat Gaza. Sublaban mengakhiri protesnya dengan membagikan puisi yang menyentuh hati, melambangkan semangat abadi dan cinta rakyat Palestina.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article