Pasukan Israel Dituduh Eksekusi Warga Sipil yang Berlindung di Sekolah Gaza

2 Min Read

Sekolah Shadia Abu Ghazala, yang terletak di daerah al-Faluja sebelah barat kamp pengungsi Jabalia, menjadi tempat perlindungan bagi banyak orang di tengah meningkatnya kekerasan Israel. Ketika pertempuran semakin intensif dan pemboman semakin sengit, warga sipil mencari keamanan di sekolah tersebut, karena menganggapnya sebagai tempat perlindungan.

Meskipun daerah sekitarnya terkena pemboman besar-besaran, para saksi mata menegaskan bahwa sekolah itu sendiri tidak mengalami serangan udara yang besar, sebuah fakta yang diperkuat oleh kondisi ruang kelas. Namun, Al Jazeera melaporkan pihaknya memperoleh rekaman video dan gambar pada hari Rabu yang memberikan gambaran mengerikan tentang mayat-mayat yang bertumpuk di dalam sekolah.

Para saksi mata menceritakan kejadian mengerikan di Sekolah Shadia Abu Ghazala, di mana pasukan Israel melakukan pembunuhan brutal dengan gaya eksekusi terhadap banyak warga sipil, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi, ketika mereka mencari perlindungan di dalam lingkungan sekolah.

Kisah dari tempat kejadian menggambarkan serangan tanpa pandang bulu yang dilakukan oleh tentara Israel. Seorang wanita yang hadir pada saat kejadian menceritakan, “Tentara Israel masuk dan menembaki mereka. Mereka membawa semua laki-laki, lalu memasuki ruang kelas dan menembaki seorang perempuan dan semua anak yang bersamanya.”

Yang meresahkan, wanita tersebut menyoroti bahwa di antara para korban terdapat anak-anak yang baru lahir. “Tentara Israel langsung mengeksekusi keluarga-keluarga yang tidak bersalah,” keluhnya.

Kesaksian suram dari para saksi dengan jelas menggambarkan sebuah episode mengerikan yang tampaknya merupakan tindakan genosida terhadap warga sipil yang mencari perlindungan di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Kisah-kisah ini merupakan bagian dari serangkaian berita menyedihkan yang menyoroti dampak tragis genosida yang dilakukan terhadap warga sipil tak berdosa. Setidaknya 18.412 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article