Pasukan Israel Meningkatkan Serangan terhadap Fasilitas Medis Gaza

2 Min Read

Di tengah meningkatnya serangan Israel terhadap fasilitas medis di Gaza, bangsal bersalin di Rumah Sakit Nasser telah menjadi tempat perlindungan bagi pengungsi Palestina yang melarikan diri dari konflik, sehingga menyebabkan peningkatan kerentanan karena rumah sakit tersebut menjadi sasaran langsung pasukan Israel.

Serangan baru-baru ini, termasuk bom yang tidak meledak dan serangan rudal dalam waktu 48 jam, mengakibatkan cedera dan kerusakan struktural pada rumah sakit. Laporan menyebutkan adanya korban jiwa, termasuk seorang gadis muda yang terbunuh dan beberapa orang yang terluka parah.

Serangan terhadap Rumah Sakit Nasser ini mencerminkan pola yang menyedihkan di mana fasilitas medis, di luar peran layanan kesehatan mereka, berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil, namun menghadapi serangan langsung dari pasukan Israel, sehingga membahayakan nyawa pasien dan pengungsi.

Selain itu, jurnalis Palestina Hani al-Aar membagikan rekaman terverifikasi yang menunjukkan dampak mengerikan setelah serangan terhadap Rumah Sakit Nasser, yang menggambarkan kehancuran besar dan korban jiwa di antara warga Gaza yang terluka dan terlantar di dalam lingkungan rumah sakit.

Selain itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra, mengutuk penahanan Ahmed Muhanna, direktur Rumah Sakit al-Awda oleh tentara Israel, bersamaan dengan penganiayaan dan interogasi terhadap staf medis dalam kondisi yang tidak manusiawi, dan mendesak intervensi internasional untuk menjaga fasilitas medis. dan personel mereka.

Al-Qudra lebih lanjut menuduh Israel bertujuan untuk melenyapkan sektor kesehatan di Gaza, dengan alasan bahwa Israel secara sistematis menargetkan fasilitas medis seperti Rumah Sakit Nasser, Kamal Adwan, dan rumah sakit al-Shifa, yang mengakibatkan kerugian tragis dan membahayakan infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article