Pasukan Israel Terus Menggerebek Fasilitas Medis di Gaza

2 Min Read

Kementerian Kesehatan di Gaza telah melaporkan krisis yang sedang berlangsung di Rumah Sakit Kamal Adwan, menyatakan bahwa pasukan Israel masih mengepung fasilitas tersebut, menghalangi pergerakan dan memutus aliran air, makanan, dan listrik bagi mereka yang berada di dalamnya. Situasi yang mengerikan ini mencakup ketidakmampuan staf medis untuk merawat anak-anak di unit perawatan intensif, bahkan kekurangan air untuk menyiapkan susu bagi bayi.

Seruan untuk mengambil tindakan segera muncul ketika PBB dan lembaga-lembaga internasionalnya diminta untuk melakukan intervensi dan melindungi rumah sakit, menyelamatkan anak-anak, korban luka, dan personel medis.

Bersamaan dengan itu, muncul laporan tentang pertempuran sengit antara pasukan Israel dan pejuang Palestina di berbagai wilayah Gaza, khususnya di Khan Younis. Hani Mahmoud dari Al Jazeera melaporkan “konfrontasi hebat” dan bentrokan di timur kota, termasuk area Proyek di sekitar rumah sakit.

Meningkatnya kekerasan telah menyebabkan malam yang tragis bagi warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, dengan serangan udara dan tembakan artileri berat yang menargetkan sisi timur kota Rafah. Tragisnya, sebuah rumah tempat tinggal di Khan Younis menjadi sasaran, mengakibatkan kematian delapan anggota keluarga al-Amoudi dan kerusakan parah pada rumah-rumah di sekitarnya.

Di tengah kekacauan, Tawfik Abu Breika, seorang lansia Palestina di Gaza, menyesalkan kehancuran dan korban jiwa yang terus terjadi. Keputusasaan terlihat jelas saat ia menyatakan, “Hati nurani dunia sudah mati, tidak ada kemanusiaan atau moral apa pun.”

Krisis kemanusiaan meluas ke sektor kesehatan, karena rumah sakit di Gaza utara, termasuk Rumah Sakit Arab al-Ahli, tidak mampu menyediakan layanan medis. Pasukan Israel dilaporkan menembaki petugas medis di Rumah Sakit Kamal Adwan, yang semakin memperburuk situasi yang mengerikan. Kontrol yang dilakukan Israel terhadap aliran bantuan medis ke Gaza dan pembatasan jumlah pasien yang mencari pengobatan di luar negeri menambah tragedi yang sedang berlangsung.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article