PBB Memperingatkan Kerugian Warga Sipil saat Israel Menargetkan Zona Aman di Gaza

2 Min Read

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA), pemboman tersebut, yang terjadi di zona di mana warga Palestina diperintahkan untuk pindah dari Gaza utara oleh pasukan Israel, telah menimbulkan korban jiwa yang menyedihkan bagi warga sipil.

Laporan terbaru dari UNOCHA menggarisbawahi gawatnya situasi ini, yang menunjukkan bahwa dalam periode 24 jam dari Kamis hingga Jumat, serangan Israel mengakibatkan 187 kematian warga Palestina dan 312 luka-luka.

Penyebaran penyakit, terutama di wilayah selatan Gaza, mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan, dengan hampir 180.000 orang menderita infeksi saluran pernapasan atas, sekitar 136.400 menderita diare (setengahnya adalah anak balita), lebih dari 5.300 kasus cacar air dilaporkan, 42.700 kasus orang terkena ruam kulit, lebih dari 4.680 kasus Sindrom Penyakit Kuning Akut, dan 126 insiden meningitis dilaporkan.

Laporan dari para pejabat PBB menunjukkan bahwa tentara Israel menembaki konvoi bantuan kemanusiaan dalam perjalanan pulang dari Gaza utara melalui rute yang ditentukan oleh militer Israel.

Pada hari Kamis, serangan di dekat Rumah Sakit El Amal dilaporkan mengakibatkan sepuluh korban jiwa, menyusul serangan hari Rabu di lokasi yang sama yang merenggut nyawa 31 orang. Sekitar 14.000 pengungsi mencari perlindungan di sekitar rumah sakit.

Di Gaza, setidaknya 21.507 orang tewas dan 55.915 luka-luka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article