Pejuang Palestina Menggunakan ‘Senjata yang Lebih Canggih’ dalam Perang Gaza: Monitor

3 Min Read

Pemantau perang, Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington, dan Critical Threats Project (CTP) mengungkapkan penggunaan “sistem senjata yang lebih canggih” oleh pejuang Palestina melawan pasukan Israel dalam penilaian terbaru mereka dari medan perang Gaza.

ISW dan CTP mencatat bahwa pasukan Israel di Gaza utara mencari “dukungan tembakan” dari kapal angkatan laut di lepas pantai dan bantuan udara dalam melawan pejuang perlawanan Palestina selama bentrokan tersebut.

Sementara itu, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, militer rezim Israel melaporkan mengalami konfrontasi selama dua minggu dengan pejuang Palestina.

Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon juga mengatakan pihaknya menyerang enam sasaran Israel pada hari Rabu, menurut pemantau, dan kepala staf Israel Herzi Halevi mengatakan bahwa Israel “harus siap melakukan serangan ke Lebanon selatan, jika perlu”.

Juga pada hari Rabu, radio tentara Israel mengklaim bahwa mereka mencegat sebuah pesawat tak berawak yang diluncurkan dari Irak di atas Laut Mediterania ketika tampaknya sedang dalam perjalanan menuju ladang gas Karish milik Palestina yang terletak di Mediterania timur.

Brigade Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan menargetkan buldoser Israel menggunakan rudal “Al-Yassin 105” di kamp pengungsi Bureij di wilayah tengah Gaza. Konfrontasi yang sedang berlangsung antara pejuang Palestina dan pasukan Israel terus berlanjut di Bureij sejak kemarin.

Mengutip laporan PBB, kantor berita Al-Jazeera melaporkan bahwa pertempuran “intens” sedang berlangsung antara pasukan Israel dan pejuang Palestina di “sebagian besar wilayah” di Jalur Gaza, kecuali wilayah selatan Rafah, dan roket terus ditembakkan ke wilayah Israel. wilayah pendudukan sementara militer Israel meledakkan daerah kantong Palestina dari udara, darat dan laut.

Menurut laporan situasi terbaru dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA), 195 warga Palestina dilaporkan tewas dan 325 terluka dalam serangan Israel antara Selasa dan Rabu.

Pada periode yang sama, 22 tentara Israel tewas di Gaza, sehingga jumlah korban tewas pasukan Israel menjadi 162 orang dan hampir 900 orang terluka sejak invasi ke wilayah Palestina dimulai dua bulan lalu.

Serangkaian serangan Israel di Kota Gaza, termasuk serangan terhadap bangunan tempat tinggal dekat Universitas Al-Azhar dan kawasan as-Saftawi, telah menyebabkan lebih dari 60 orang hilang dan merenggut nyawa enam warga Palestina akibat tembakan penembak jitu, lapor UNOCHA.

Selain itu, serangan militer Israel terhadap Sekolah Persiapan untuk Anak Perempuan yang dikelola PBB di kamp pengungsi Maghazi mengakibatkan kematian lima orang dan melukai beberapa lainnya selama peristiwa pada hari Rabu.

Di Gaza, setidaknya 21.110 orang tewas dan 55.243 luka-luka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article