Serangan Israel Merenggut Nyawa ‘Sekitar 100 Warga Palestina’ dalam Satu Hari

2 Min Read

Serangan tersebut, yang terjadi di berbagai lokasi di Jalur Gaza, menimbulkan kekacauan. Sebuah video yang mengharukan, yang dikonfirmasi oleh unit pengecekan fakta Al Jazeera, menggambarkan kedatangan seorang pria yang terluka di rumah sakit Nasser di Khan Younis. Hal ini menyusul laporan penyerangan terhadap sebuah kediaman di kamp pengungsi al-Shaboura di Rafah, yang diidentifikasi oleh jurnalis foto Abdallah al-Attar sebagai kediaman keluarga Mansour di jantung Rafah.

Serangan terpisah di lingkungan Khan Younis yang disebut Jepang memicu laporan mengenai banyak korban jiwa, sebuah tragedi yang sedang berlangsung yang dipantau secara ketat oleh Al Jazeera. Selain itu, laporan mengenai pemboman besar-besaran di lingkungan Jabalia di Gaza utara menambah situasi yang suram.

Laporan harian badan bantuan PBB pada hari Selasa, 19 Desember, menggarisbawahi konsekuensi mengerikan dari gangguan yang terus berlanjut terhadap layanan telepon dan internet, yang sangat menghambat operasi darurat dan akses terhadap informasi penting di sebagian besar wilayah Jalur Gaza.

Menambah kesusahan, pemadaman telekomunikasi telah berlangsung selama enam hari, kecuali pemulihan sebagian di Gaza selatan pada tanggal 18 Desember, yang memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan.

Informasi terbaru dari berbagai organisasi memberikan gambaran yang mengerikan: pemboman Israel dari udara, darat, dan laut tanpa henti menargetkan wilayah seperti Beit Hanoun, Jabaliya, dan Beit Lahiya, menyebabkan kehancuran dan penderitaan besar di wilayah utara.

Menyoroti situasi kemanusiaan yang mendesak, Direktur Regional Program Pangan Dunia (WFP) untuk Timur Tengah dan Afrika Utara menyampaikan keadaan yang mengkhawatirkan ini, yang mengindikasikan bahwa separuh penduduk Gaza menghadapi kelaparan akut.

Tragisnya, serangan Israel meluas melampaui infrastruktur dan perumahan, karena beberapa fasilitas kesehatan dan personel menjadi korban serangan terberat pada tanggal 18 dan 19 Desember.

Selain itu, terdapat 360.000 kasus penyakit menular yang tercatat di tempat penampungan UNRWA, sehingga memperburuk krisis kesehatan di tengah meningkatnya konflik ini.

Setidaknya 20.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article