Serangan Udara Israel Mengklaim 76 Anggota Satu Keluarga Besar

2 Min Read

Di antara korban jiwa adalah 16 kepala rumah tangga dari keluarga al-Mughrabi, termasuk Issam al-Mughrabi, seorang anggota staf Program Pembangunan PBB (UNDP) berusia 56 tahun, bersama istri dan lima anaknya.

Pejabat kesehatan dan penyelamatan setempat mengkonfirmasi jumlah korban serangan hari Jumat, menekankan kerugian besar yang diderita keluarga al-Mughrabi dan masyarakat sipil yang lebih luas di Gaza.

Administrator UNDP Achim Steiner mengungkapkan kesedihan yang mendalam, dengan menyatakan, “Kehilangan Issam dan keluarganya sangat mempengaruhi kita semua. PBB dan warga sipil di Gaza bukanlah target. Perang ini harus diakhiri. Tidak ada lagi keluarga yang harus menanggung rasa sakit dan penderitaan yang ditimbulkannya.” Keluarga Issam dan banyak orang lainnya juga mengalami hal yang sama.”

Perang Israel di Gaza, yang berlangsung sejak 7 Oktober, telah mengakibatkan lebih dari 20.000 korban jiwa dan 53.000 orang terluka di wilayah kantong Palestina yang terkepung, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Upaya Dewan Keamanan PBB untuk mempercepat pengiriman bantuan kepada warga sipil Gaza sebagian berhasil dengan resolusi yang disahkan pada hari Jumat. Namun, resolusi tersebut dilemahkan setelah AS menentang desakan untuk “penangguhan segera permusuhan” dalam konflik tersebut.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini menyoroti kondisi yang mengerikan, yang menyatakan bahwa lebih dari 500.000 orang di Gaza menghadapi kelaparan di tengah pemboman Israel yang tiada henti. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan militer Israel, dengan menyebut adanya “hambatan besar” yang menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.

Konflik tersebut telah menyebabkan tingkat pengungsian sebesar 85% di antara penduduk Gaza, dan Guterres mengungkapkan keterkejutannya atas hilangnya 136 staf badan PBB yang belum pernah terjadi sebelumnya. Guterres kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, namun para pejabat Israel membalasnya dengan mengklaim bahwa menghentikan permusuhan akan memperkuat gerakan perlawanan Palestina.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article