UNICEF Peringatkan Israel: Jangan Perang Melawan Anak-Anak!

2 Min Read

New York, Purna Warta – UNICEF telah mengeluarkan peringatan keras mengenai jumlah korban yang harus ditanggung anak-anak di Jalur Gaza, yang kini dilanda perang genosida Israel yang baru.

“Kita tidak bisa melihat lebih banyak lagi anak-anak yang menderita luka akibat perang, dengan luka bakar, dengan pecahan peluru yang mengotori tubuh mereka, dengan tulang yang patah,” kata James Elder, juru bicara badan anak-anak PBB, pada hari Jumat (1/12).

“Kelambanan pihak-pihak yang mempunyai pengaruh akan membiarkan pembunuhan terhadap anak-anak. Ini adalah perang terhadap anak-anak,” tambahnya.

Rezim melancarkan perang melawan Gaza pada 7 Oktober menyusul operasi yang dilakukan oleh gerakan perlawanan di wilayah tersebut.

Perang tersebut menewaskan lebih dari 15.500 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, di seluruh wilayah pesisir hingga pekan lalu ketika gencatan senjata yang dimediasi Mesir dan Qatar mulai berlaku. Israel memulai kembali kampanye militer sebelumnya pada hari Jumat, setelah gencatan senjata, menewaskan hampir 200 orang lagi.

Ribuan lainnya hilang dan dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan. Berbicara awal bulan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan wilayah Palestina yang terkepung berubah menjadi “kuburan bagi anak-anak.”

“Sistem kesehatan di sini kewalahan,” kata Elder.

“Saya tidak bisa melebih-lebihkan bagaimana kapasitas rumah sakit berkurang dalam tujuh minggu terakhir,” tambahnya.

“Jelas kata-kata, jelas permohonan dari dunia tidak membuat perbedaan bagi mereka yang memiliki kekuatan untuk menghentikan pembunuhan dan pencacatan terhadap anak-anak.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah dukungan militer dan politik yang tak terbendung dari pihak Amerika Serikat, sekutu terbesar dan tertua Israel, terhadap perang tersebut.

AS telah memberikan ribuan kiriman senjata kepada rezim tersebut sejak dimulainya perang.

Washington, yang mendukung serangan ganas Tel Aviv di Gaza sebagai sarana “pertahanan diri,” juga telah menggunakan hak vetonya terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan rezim pendudukan untuk menghentikan agresinya.

__________
Source : purnawarta.com

Share This Article