WHO Kecam Penghancuran Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza

2 Min Read

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui postingan media sosial pada hari Minggu, menyoroti operasi yang ditargetkan Israel di Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, dan menyebutnya sebagai menjadikan fasilitas tersebut tidak berfungsi dan mengakibatkan kematian tragis setidaknya delapan pasien. Sejumlah petugas kesehatan juga ditahan dalam penyerangan ini.

Ghebreyesus menyoroti situasi yang mengerikan ini, dengan menyatakan bahwa banyak pasien terpaksa mengungsi sendiri, sehingga membahayakan kesehatan mereka karena ambulans tidak dapat mencapai fasilitas tersebut. Dia menyatakan “keprihatinan yang luar biasa” terhadap para pengungsi internal yang mencari perlindungan di rumah sakit selama serangan Israel, dan menekankan bahwa sistem kesehatan Gaza yang sudah rapuh telah mengalami pukulan telak.

“Sistem kesehatan di Gaza sudah terpuruk, dan hilangnya rumah sakit lain yang bahkan tidak berfungsi dengan baik merupakan pukulan telak,” Ghebreyesus memperingatkan, seraya menambahkan, “Serangan terhadap rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien harus diakhiri. Gencatan senjata SEKARANG.”

Laporan Al Jazeera pada hari Sabtu merinci buldoser Israel menghancurkan tenda-tenda milik pengungsi Palestina di dekat rumah sakit, dengan klaim bahwa ada orang-orang yang “dikubur hidup-hidup” di dalamnya. Bukti visual menunjukkan puing-puing dan barang-barang pribadi berserakan di halaman rumah sakit, dengan sedikitnya 20 jenazah ditemukan setelah operasi tersebut.

Kejadian ini terjadi di tengah perang genosida rezim yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Jumlah korban akibat serangan udara Israel mencapai sekitar 19.000 korban jiwa, sebagian besar terdiri dari perempuan dan anak-anak.

Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mendesak penyelidikan internasional terhadap laporan warga Palestina yang dikubur hidup-hidup oleh pasukan Israel di Rumah Sakit Kamal Adwan. Informasi yang dikumpulkan dari para saksi mata, tim medis, dan sumber media telah mendorong seruan untuk penyelidikan yang tidak memihak.

Demikian pula, Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania dari Jenewa telah menyuarakan tuntutan untuk penyelidikan internasional terhadap pelanggaran Israel di rumah sakit tersebut. Mendokumentasikan peristiwa-peristiwa dengan cermat, organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelidikan komprehensif atas kekejaman yang dilaporkan terhadap pasien, warga sipil yang kehilangan tempat tinggal, dan personel medis dalam beberapa hari terakhir.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article