Yaman Memperingatkan akan Pembalasan Angkatan Laut di Lautan di Tengah Perang Israel yang Sedang Berlangsung

2 Min Read

Wakil Menteri Luar Negeri Hussein al-Ezzi, yang menekankan kekuatan maritim Yaman, membuka pintu bagi tindakan potensial sambil menyatakan komitmen terhadap perdamaian.

“Dengan kuasa Tuhan, kami mampu menenggelamkan kapal dan kapal perang (dari titik mana pun di daratan Yaman hingga titik mana pun di Laut Merah, Arab, dan Mediterania),” ujar al-Ezzi dalam postingan di X.

“Tetapi kami akan membiarkannya lain kali,” tambahnya, menggarisbawahi komitmen Yaman untuk mengupayakan perdamaian dengan eskalasi minimal.

Angkatan Bersenjata Yaman melanjutkan serangan yang ditargetkan terhadap kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Israel atau dalam perjalanan ke pelabuhan Palestina yang berada di bawah pendudukan. Operasi ini dibingkai sebagai respons terhadap perang dan blokade rezim Israel yang terus berlanjut yang diberlakukan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

“Kami masih menginginkan perdamaian dengan eskalasi sesedikit mungkin,” tegas al-Ezzi.

Perang Israel telah menimbulkan banyak korban jiwa, dengan hampir 26.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan, anak-anak, dan remaja, kehilangan nyawa dalam serangan gencar yang tiada henti.

Pasukan Yaman tetap teguh dalam komitmen mereka terhadap operasi ini selama Israel terus melakukan kampanye militernya. Khususnya, kapal-kapal Amerika dan Inggris menjadi salah satu sasarannya, dengan serangan baru-baru ini diumumkan terhadap sebuah kapal tanker minyak Inggris yang menuju wilayah pendudukan.

Menanggapi tindakan Yaman, Amerika Serikat dan Inggris telah melakukan beberapa serangan rudal terhadap sasaran-sasaran Yaman. Al-Ezzi menyimpulkan, dengan menyatakan, “Sana’a pasti akan mendorong penyesuaian yang diperlukan dalam perilaku Amerika terhadap negara kita dan Palestina.”

Amerika Serikat secara konsisten mendukung upaya perang Israel, memasok lebih dari 10.000 ton perangkat keras militer kepada rezim tersebut dan menggunakan hak vetonya untuk memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan diakhirinya agresi Israel.

Diterjemahkan dari situs tn.ai

Share This Article