Pada pasien kandung kemih yang terlalu aktif, frekuensi buang air kecil di malam hari dikaitkan dengan memar, patah tulang karena terjatuh

3 Min Read
Pada OAB, frekuensi buang air kecil di malam hari dikaitkan dengan memar, patah tulang karena jatuh

Bagi pasien dengan kandung kemih terlalu aktif (OAB), peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari merupakan faktor risiko umum untuk terjatuh disertai memar dan patah tulang, menurut sebuah penelitian baru-baru ini. diterbitkan dalam Jurnal Internasional Praktek Klinis.

Shigero Miyajima, dari Rumah Sakit Chikushi Universitas Fukuoka di Jepang, dan rekannya memeriksa 1.136 pasien OAB berusia ≥50 tahun untuk mengidentifikasi faktor risiko memar dan patah tulang akibat jatuh. Pada 360 pasien yang memenuhi syarat, usia, jenis kelamin, frekuensi buang air kecil di malam hari, dan jenis inkontinensia urin diperiksa. Pasien diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: pasien yang tidak terjatuh, pasien yang mengalami memar akibat terjatuh, dan pasien yang mengalami patah tulang akibat jatuh.

Para peneliti mengamati hubungan yang signifikan antara jenis kelamin perempuan dan frekuensi buang air kecil di malam hari setidaknya tiga kali/malam dibandingkan tidak lebih dari dua kali/malam dengan memar (rasio odds, masing-masing 2,888 dan 2,940). Hubungan yang signifikan terlihat pada frekuensi buang air kecil di malam hari setidaknya tiga kali/malam versus tidak lebih dari dua kali/malam dan untuk inkontinensia urgensi dengan patah tulang (rasio odds, masing-masing 2,835 dan 3,415). Ada juga hubungan signifikan yang terlihat pada perilaku sekitar buang air kecil pada malam hari dengan patah tulang.

“Pasien OAB wanita dengan nokturia dan inkontinensia urgensi memerlukan intervensi agresif,” tulis para penulis. “Pasien tersebut juga perlu memperhatikan perilaku saat buang air kecil di malam hari untuk mencegah patah tulang saat terjatuh.”

Informasi lebih lanjut:
Shigero Miyajima dkk, Bukti Dunia Nyata untuk Faktor Risiko Memar dan Patah Tulang Akibat Jatuh pada Pasien dengan Kandung Kemih Terlalu Aktif: Analisis Rekam Medis, Jurnal Internasional Praktek Klinis (2023). DOI: 10.1155/2023/3701823

Hari Kesehatan 2024. Seluruh hak cipta.

Kutipan: Pada pasien kandung kemih yang terlalu aktif, frekuensi buang air kecil di malam hari dikaitkan dengan memar, patah tulang karena jatuh (2024, 2 Februari) diambil 4 Februari 2024 dari https://medicalxpress.com/news/2024-02-overactive-bladder-patients-nocturnal- urin.html

Dokumen ini memiliki hak cipta. Terlepas dari transaksi wajar untuk tujuan studi atau penelitian pribadi, tidak ada bagian yang boleh direproduksi tanpa izin tertulis. Konten disediakan untuk tujuan informasi saja.

Diterjemahkan dari situs medicalxpress.com

Share This Article